ngaben-upacara-pembakaran-jenazah-di-bali
140x140

Rabu, 13/04/2011 06:37 WIB
Budaya Bali
Ngaben, Upacara Pembakaran Jenazah di Bali

Sumber Photo : suardana

Upacara pembakaran jenazah yang dilakukan umat Hindu di Bali disebut dengan Ngaben. Upacara merupakan suatu ritual yang dilaksanakan guna mengirim jenasah kepada kehidupan mendatang.

Puncak acara Ngaben adalah pembakaran jenazah, untuk membebaskan roh dari tubuh dan memudahkan reinkarnasi.

Ngaben dengan skala yang besar, digelar keluarga kerajaan atau puri di Bali. Ngaben yang sangat tersohor gaungnya hingga ke mancanegara, biasanya Ngaben yang dilakukan oleh keluarga Puri Ubud dan Puri Peliatan, Gianyar.

Ngaben besar terakhir di gelar kedua puri yang masih memiliki pertalian saudara ini adalah saat pembakaran jenazah Raja IX Puri Peliatan, Ubud, Bali.

Upacara Ngaben besar, secara kasat mata dilihat dari tingginya bade, sebuah wadah jenazah bertingkat yang tingginya mencapai 25 meter. Dengan ukuran tinggi dan besar dengan berat 10 ton, bade diarak oleh sekitar 6.500 orang dari 13 banjar. Bade di arak secara estafet dari halaman puri menuju setra (kuburan), yang menjadi lokasi pembakaran jenazah.

Mengusung bade, naga banda, dan lembu merupakan salah satu momen dalam upacara Ngaben yang sangat diminati wisatawan. Ribuan warga dan wisatawan mancanegara dan domestik memadati jalan Ubud untuk menyaksikan arak-arakan.

Setelah di lokasi pembakaran, jenazah diturunkan dari bade. Jenazah kemudian dimasukkan ke dalam badan patung lembu berukuran besar. Usai proses upakara oleh pendeta, jenazah akan dibakar oleh keluarga.

Kini, semua umat Hindu di Bali bisa menggelar Ngaben, setelah muncul upacara Ngaben bersama. Warga dari satu desa, menggelar Ngaben secara bersama-sama.


Oleh : suardana

Kirim Komentar Anda

Berita Terkait

Visitor

3091080
Pengunjung hari ini : 128
Total pengunjung : 231734
Hits hari ini : 1011
Total Hits : 3091080
Pengunjung Online: 8

Kanal Lainnya